Senin, 25 Mei 2015

Ngopi Gaya Cak Edy : Pour Over Vietnam Drip Versi Darurat

Secangkir kopi susu tanpa ampas

Entah sejak kapan saya terbiasa ngopi, kalau gak salah sejak menjadi programmer di Enciety. Mungkin karena tertular dengan kebiasaan programmer senior waktu itu.

Mengetik kode memang tidak enak kalau tidak ada yang sesekali di sruput. Rasa kopi dan kehangatannya memang membuat otak lebih encer, perasaan saya saja sih :)

Waktu itu cara yang saya gunakan sederhana, tinggal seduh kopi dengan air panas. Selesai. Ya, namanya kopi tubruk.

Seiring perkembangan waktu, saya menjumpai kopi sashet yang tanpa ampas, dan sejak saat itu, saya tidak menyukai ampas kopi. dengan tanpa menghina yang suka :)

Biasanya saya menggunakan cara praktis, menyeduh kopi menggunakan "coffee plunger", dimana kopi diseduh, kemudian disaring. Caranya sederhana, dan alatnya murah, coba kalau belum tahu browsing dengan kata kunci "coffee plunger".

Akhir-akhir ini saya tertarik dengan cara membuat kopi versi lain, dimana prinsipnya air panas dialirkan ke kopi sehingga menghasilkan kopi dengan citarasa yang berbeda dengan yang diseduh biasa. Saya penasaran.

Cara ini ternyata digunakan oleh orang Vietnam. Alatnya dikenal dengan nama vietnam drip. Kopi ditaruh dibejana berpori lalu disiram dengan air panas. Air akan mengalir melalui serbuk kopi dan mengalir melalui pori-pori penyaring. Dan kopi akan terasa lebih pekat.

Ada juga cara lain yang prinsipnya sama yaitu dengan menggunakan "pour over coffee". Alat berbentuk corong dengan lubang dibawahnya. Alat ini mengunakan filter kertas sehingga serbuk kopi haluspun tidak bisa lewat. Hanya saya tidak suka dengan filter kertas. Tidak reusable dan menghasilkan sampah. Meskipun citarasa tidak bisa diukur dengan pendapat semacam ini.

Di desa, bahkan di kota kecil tak gampang mendapatkan alat semacam ini. Saya mencoba bereksperimen untuk mendapatkan sensasi vietnam drip atau pour over coffee dengan cara sederhana. yang penting prinsipnya air panas dialirkan pada kopi. Ini langkahnya:

#1. Anda perlu membeli saringan dengan pori-pori paling kecil, bahkan kalau bisa yang saringannya serapat kain. Saya mendapatkannya di toko peralatan dapur. Pada gambar dibawah ini, saringan yang atas adalah saringan dengan pori-pori sangat kecil. Harganya 7.500 rupiah. Murah :)

Saringan berpori lebih kecil dari biasanya
#2. Sebelum digunakan ada baiknya saringan disiram air panas. Tapi yang ini sunnah saja.

#3. Letakkan saringan diatas gelas. Taruh 20gr kopi (sesendok teh) diatas saringan. Jika anda membuat kopi susu, taruh susunya digelas terlebih dahulu. Biasanya saya menggunakan susu cream sashet (40gr).

Taruh sesendok teh kopi murni

#5. Guyur dengan air panas (98 derajat celcius) secara perlahan. Jika tidak menggunakan termometer, rebus air sampai mendidih, lalu tunggu satu menit. Air akan jatuh secara perlahan melalui saringan ...



#6. Maka kopi tanpa ampas siap dinikmati. Jika anda tidak menggunakan susu, tambahkan sedikit gula biar tidak terlalu pahit.

Kopi Susu Spesial

Dan isi beritapun menjadi tidak terlalu menyedot pikiranmu hehehe...

happy coffee ...

2 komentar:

  1. request artikel ngopi di bulan Ramadan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg ini sdh diterapin pa belum? wkwk ...

      Hapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)