Jumat, 02 Februari 2018

Mobile Blogging Jaman Old dan Jaman Now

Sudah sering saya katakan bahwa ngeblog adalah salah cara saya untuk istirahat. Ada sebuah kebahagiaan ketika saya memencat tombol "Publish". Jadi itulah enaknya saya, nggak usah pakai pil penenang, habis ngeblog rasanya lega. Semakin mumet malah semakin produktif hahaha...

Salah satu cara agar kita mudah melakukan blogging adalah dengan menggunakan piranti bergerak / mobile. Henpon lah mudahnya.

Mobile Blogging Jaman OLD

Saya sangat tertarik dengan cerita orang yang melakukan mobile blogging secara ekstrim. Adalah Gunawan Muhammad, kabarnya ketika suatu hari terjebak dalam salju di Rusia tanpa jaringan internet, padahal harus menulis di rubrik Catatan Pinggir di Tempo, maka dia terpaksa menggunakan SMS. SMS demi SMS dia kirim SMS ke editor Tempo. Edyan tenan.

Atau, Hermawan Kertajaya, menerima tantangan Jawa Pos untuk menulis 100 hari berturut-turut yang dimuat dalam rubrik Jawa Pos. hermawan yang orang sibuk, menulis disela-sela kesibukannya dengan ponsel Blackberry. Manteb tenan.

Dulu saya membuat posting gak serius disela-sela waktu saya di posterous. Waktu itu, posterous menyediakan layanan blogging instant, yang cara postingnya cukup unik, dengan mengirimkannya melalui email. Sayang akhirnya layanan ini gulung tikar, selanjutnya postingan saya porting ke Wordpress di Rehat dan Sukamoto . Blog yang saya porting tahun 2013 itu saya biarkan begitu saja, dan baru tadi malam mencoba saya hidupkan dengan cara posting melalui smartphone.

Mobile Blogging Jaman NOW

Sekarang jaman sudah berubah. Platform menulis di piranti mobile sudah sangat canggih. Tadi malam mencoba posting di blog wordpress hasilnya, perfect. Sudah seperti membuat status di media social saja.

Wordpress



Wordpress kelihatannya membangun platform untuk mobile secara serius. Saya sangat puas menggunakannya. Meskipun versi gratis dari blognya kurang asik. Ada iklan dan kita tidak bisa mengubah templatenya sesuai dengan keinginan.

Blogspot




Platform blog yang ditawarkan blogspot sebenarnya sudah asik. Meskipun dengan fasilitas standard, namun tanpa iklan dan kita bisa melakukan kustomisasi terhadap desainnya. Perfect.

Sayangnya versi mobilenya dibuat kurang serius. Kemarin malam saya mencoba menulis blog yang agak panjang menggunakan fasilitas ini. Semuanya berjalan lancar sampai saya menekan tombol simpan. Sayangnya speedy di tempat saya juga kampret karena sering mati sendiri. Saat saya simpan dalam internet dalam keadaan mati maka artikel berstatus "saving" dan tidak bisa dibuka, apalagi dipublish. Blogspot memang hasyuuuuuuu.....

Kamis, 01 Februari 2018

Ngeblog dan Konsistensi

Barusan saya mengunjungi blog Pak Budi Raharjo .  Masih seperti dulu, ulasan-ulasan ditulis dengan simple, berisi kegiatan sehari-hari dan apa saja yang ditemuinya.

Blog untuk dinikmati, bukan dibuat-buat untuk tujuan rumit. Dengan membuatnya seperti itu, Pak Rahard menjadi konsisten ngeblog.

Spirit Pak Rahard pada blogging, masih konsisten sama seperti saat blog mengalami era kejayaannya: sekedar alat untuk sharing, bahkan cenderung sebagai curhat.

Saya lama ngeblog, namun tak pernah konsisten baik dalam topik maupun frekuensi. Kadang ngeblog santai, kadang teknis, kadang serius. Kadang sebulan ngeblog beberapa kali, kadang beberapa bulan sama sekali tidak membuat satu postingpun.

Nampaknya dalam beberapa hari kedepan, tema yang akan saya ambil adalah tema ringan dan sederhana saja, mungkin bahkan hanya kegiatan sehari-hari.  Dengan demikian, saya berharap bisa konsisten ngeblog. Catatan ringan ini akan saya beri tag #rehat .

Anda percaya atau tidak, menulis di blog selain untuk tetap melatih pikiran, juga sebagai sarana rekreasi.


Baca Buku Biografi

Beberapa bulan terakhir, saya maniak membaca Buku Biografi. Saya menyukai buku-buku biografi karena saya merasa sebuah kesuksesan yang lahir dari cerita perjuangan orang yang benar-benar ada, sangat memotivasi.

Beberapa buku yang sangat memortivasi antara lain

  1. Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar
  2. The Accidental Billionaire kisah berdirinya Facebook
  3. Marissa Mayer (Mantan Eksekutif Google dan CEO Yahoo)
  4. Setrum Warsito (Perjuangan Warsito dalam mengembangkan disiplin ilmu Tomografi)
  5. Steve Jobs (Apple) 
  6. The Innovators (Sejarah dan perkembangan komputer)
Dari semua itu yang penting adalah fokus, kesungguhan, dan  yang paling penting adalah, sehebat apapun idemu kalau tidak dieksekusi tidak ada gunanya.