Selasa, 09 Februari 2010

Ringankan Dengan Bahasa

Photo1160.jpg

Malam ini semua televisi menyiarkan kasus Century, namun bagi saya yang tak paham betul, membaca buku dan membuat catatan kecil mungkin lebih punya arti.

Malam ini saya hanya ingin bercerita, tadi pagi kubeli lagi sebuah buku tentang kepahlawanan, tepatnya "Mencari Pahlawan Indonesia". Buku ini sebenarnya kumpulan tulisan yang dimuat di Majalah Tarbawi, setiap seri. Ini kubeli yang kedua kali. Dulu, kupinjamkan dia kepada seorang teman, agar tersemai semangat hidup. Namun mungkin karena asyik masyuk dia membaca, hingga lupa mengembalikannya. Malam ini, akupun mulai membaca, untuk yang kedua kalinya.

Ini buku berat. Mengupas tentang kepahlawanan, menginspirasi kepada kita bahwa pahlawan adalah orang biasa yang menorehkan karya besar. Pahlawan adalah orang biasa yang tampil secara luarbiasa yang muncul disaat yang sulit.

Tapi bahasanya rapi indah. Pemilihan kata, gaya bahasa, kosa kata, penempatan titik koma, membuat kata-kata berat itu menjadi ringan dicerna.

Bisa juga kita belajar dari Habiburrahman Al Shirazi. Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih adalah dua karya yang dinikmati banyak orang, juga filmnya. Apa hebatnya ? Dia bisa menterjemahkan soal-soal berat ke dalam sebuah alur cerita yang mudah dicerna. Dia tak perlu lagi berfatwa.

Itulah hebatnya bahasa. Itulah hebatnya kata. Dan malam ini akupun terbuai olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)