Kamis, 19 Mei 2022

Mukjizat Terbesar

Para Nabi dibekali Allah dengan sebuah kehebatan yang dinamakan Mukjizat, agar ummatnya menjadi  beriman. 

Namun Nabi Muhammad membawa paradigma lain, yaitu Al Quran lah mukjizat terbesarnya, bukan hal-hal yang ajaib. Bukan keanehan-keanehan.

Mukjizat yang diminta orang kafir di jawab Allah dalam AlQuran cek disini.

Al Quran mengajak kita untuk berfikir. Melihat nyamuk saja, sudah lebih seperti ketika nabi Musa menunjukkan kehebatan tongkatnya. Oleh karenanya, Allah bahkan tidak malu membuat perumpamaan Nyamuk (QS 2:26)

Melihat  mekanisme sel, melihat tubuh bekerja, melihat keteraturan alam semesta kita langsung kagum atas kekuasaan Allah, melebihi kekaguman kita atas Mukjizat yang diturunkan Allah kepada para nabi terdahulu. Karena kita dididik untuk berfikir.

Maka cara terpenting untuk bisa melihat "Mukjizat" Nabi Muhammad adalah dengan ilmu, dengan berfikir, dengan mentadaburi Al Quran, dan mentadaburi Alam.





Selasa, 10 Mei 2022

Masjid yg Menyenangkan

Lama tidak ngeblog, 5 bulan. Huff. Tapi kemarin saya bertandang ke beberapa kawan dalam rangka hari ketupat yang pelaksanaannya H+7 lebaran. 


Ada banyak insight yang saya dapatkan. Salah satunya ketika berkunjung ke rumah seorang kawan yang didesain nyaman untuk ngopi2. 

Lalu saya teringat dengan masjid yang di sebelah timur rumah saya. Selama Ramadhan kemarin telah menjadi masjid favorit saya menjalan ibadah sholat tarawih.

Hanya karena setelah tarawih, saya bisa ngopi2 dan berbincang segala hal disitu. Hanya itu.

Modalnya juga tidak besar, hanya sebuah teko listrik, gelas, kopi dan gula.

Selama ini Masjid sering dianggap tidak asik oleh kebanyakan orang karena hanya difungsikan sebagai tempat sholat saja. Datang, sholat, pulang.

Bahkan di kota besar, sering orang tidak saling mengenal karena tidak ada interaksi perbincangan disitu.

Kopi dan gula adalah barang murah, namun seperti tidak ada yang menganggapnya penting.

Semua orang berlomba berinfaq dengan akad pembelian material bangunan karena menganggap hanya itu yang mendatangkan pahala.

Orang lupa bahwa Masjid tidak akan hidup apabila orang2 tidak merasa bahagia untuk mengunjunginya.



Senin, 08 November 2021

Jadilah Cerdas dengan Membaca Buku

Saat ini informasi benar-benar telah menjadi bagian kehidupan yang sudah menyatu dengan kehidupan umat manusia. Saking menyatunya, setiap gerakan manusia modern senantiasa tercatat oleh sistem. 

Apa yang kamu cari di internet, yang kamu ketikkan, perjalananmu ke tempat-temapt wisata kemarin, selain oleh malaikat, semua dicatat dalam berbagai aplikasi. Kita benar-benar tidak bisa lari dari arus informasi ini, kecuali kamu lari ke gunung, membuang smartphonemu dan bertapa disana.

Demikian juga asupan pemikiran dan pemahaman kita akan hidup ini, kamu akan dicekoki dengan berbagai pendapat, status, artikel-artikel ringkas, yang setiap hari kita akses melalui berbagai macam sosial media. Bukan hanya masyarakat awam, namun juga para pemimpin dan orang-orang yang dianggap punya otoritas dalam keagamaan.

Beberapa orang merasa cukup dengan nasehat-nasehat gurunya. Satu dua nasehat itu dianggapnya sebagai sanad, dan merasa cukup berbangga dengan itu, padahal kehidupan tidak bisa dijawab dengan satu dua nasehat. Seseorang harus mempunyai  pola berfikir yang dibentuk dari proses-proses pembelajarannya.

Sebagiannya ingin menjawab ini semua dengan melaksanakan ibadah yang banyak, sholat malam tiap hari dan membaca Al Quran 2 Juz perhari, padahal mayoritas tidak paham apa yang dibacanya, dan menganggapnya itu sebagai sebuah usaha yang besar, dan menyelesaiakan semua persoalan ummat.

Tidak bisa itu semua kawan, untuk menjawab itu semua kita harus membaca Quran yang disitu ada penjelasannya. Harus membaca buku yang mejelaskan tentang berbagai hal. Orang menulis buku membutuhkan riset, pengalaman, perenungan. Bukan seperti membuat status di media sosial yang terlalu parsial.

Itulah mengapa kita harus tetap cerdas. Jangan merasa terlena dengan tidak membaca. Jangan jadikan organisasi, jamaah, lingkungan tempat kita beraktifitas dan tinggal membuat kita buta, tertutup pikiran dan mata kita, dan membuat mata kita seperti terpasang kacamata kuda. Bukalah jendela-jendela ini dengan membaca buku!