Kamis, 06 Juni 2024

Terimakasih MTsN 4 Tulungagung

Rabu 5 Juni 2024, kami berkesempatan hadir dalam pelepasan Murid MTsN 4 Tulungagung. kebetulan anak saya  baru lulus dari sana. Saya mendapat 2 undangan karena kebetulan saya diberi kesempatan memberikan sambutan orang tua. 

Mendapat jadwal sambutan orang tua 5 menit, namun faktanya hampir 10 menit. Mohon maaf bangeeet.   


Tiga tahun yang lalu saya  memang memilih MTs 4 Tulungagung karena yang saya anggap paling optimal bagi keluarga saya.

  1. Visi yang double track, Ilmu Dunia dan Agama
  2. Biaya yang terjangkau
  3. Dekat dengan tempat tinggal sehingga orang tua masih berkesempatan untuk cawe-cawe menanamkan visi keluarga dan lingkungan ke anak. 
Tanpa menyalahkan orang lain. pendidikan Sekolah-Rumah untuk level SD-SMP ini menurut saya masih yang paling ideal. Apalagi saya adalah orang tua yang  berpendapat bahwa harus ada porsi pendidikan yang harus diberikan orang tua, apapun bentuk dari pendidikan itu.

Dengan pendekatan pendidikan Sekolah-Rumah kita menikmati kurikulum pendidikan nasional yang formal itu di sekolah. Kita juga melatih anak untuk berinteraksi dengan kawan yang mempunyai ragam latar belakang. Juga berlatih menghadapi guru yang bukan orang tua mereka sendiri.

Sedangkan di Rumah, saya masih bisa berinteraksi langsung dengan anak saya, menemani dalam beberapa aktifitasnya, ngobrol dan sesekali sebagai teman curhat.  Bahkan obrolan ketika saya mengantarnya ke sekolah adalah sangat berharga bagi saya.

Selain itu keberadaannya di rumah membuat dia berinteraksi dengan kawan sebaya, saudara dan tetangga kanan kirinya, sehingga nilai-nilai dalam masyarakat domestiknya tidak tercerabut begitu saja.

Okey, mungkin menjauhkan anak dengan orang tua memberikan sikap mandiri. Saya setuju. Tapi bagi saya belum untuk usia SMP. Waktunya nanti ketika SMA atau kuliah. 

Saya sampaikan terimakasih kepada Keluarga Besar MTsN 4 Tulungagung. terutama kepada Wali Kelas anak saya, Bu Nurrahmadah dan Bu Nur Umi Wahdah yang membuat Group WA yang membuat kegiatan anak kami di sekolah terpantau, dan bahkan beliau pernah bersilaturahim ke rumah saya, malah saya yang belum pernah berilaturahim ke rumah beliau.

Saya punya pengalaman sebelumnya menyekolahkan anak di sekolah negri, namun hanya MTsN 4 Tulungagung yang berani membuat group WA orang tua/wali murid. Pekerjaan yang sangat merepotkan.

Mudah-mudahan kebaikannya mendapat balasan Allah dengan balasan yang lebih baik. 

Merebus jaguung di dalam panci, 
MTsN 4 Tulungagung selalu di hati.


Kamis, 18 April 2024

Menghidupkan Tradisi Ramadhan

Ramadhan mempunyai efek besar bagi kita. Tradisi ketakwaan yang dibangun di bulan ini wajib untuk kita teruskan.


Bagaimana rasa Ramadhan itu tetap hadir dalam kehidupan setelah Ramadhan. Kebiasaan2 positifnya tetap kita hidup-hidupkan dalam bulan-bulan setelahnya. 

Tradisi yang dibangun Ramadan ada dua, yaitu tradisi komunal dan tradisi individual.

Tradisi komunal meliputi hal-hal seperti buka puasa bersama, salat tarawih bersama, tadarus bersama, dan ibadah-ibadah lain yang kita lakukan bersama-sama. 

Tradisi ini membawa efek positif bagi lingkungan kita. Interaksi-interaksi kebaikan antar manusia di dalam masyarakat itu terbangun dari tradisi ini.

Yang kedua adalah tradisi personal, di mana di bulan ini kita bisa melaksanakan ibadah dengan lebih tertib, dengan lebih baik, dengan lebih banyak.

Menghidupkan tradisi Ramadan secara komunal mungkin tidak mudah namun kita masih bisa menghidup-hidupkan tradisi Ramadan secara personal, atau tradisi komunal dalam lingkup yang lebih kecil contohnya keluarga.

Oke selamat menghidupkan tradisi Ramadan. Semoga berjumpa dengan Ramadan tahun berikutnya.

Pelajaran Penting dari Ramadhan

Pelajaran penting dari Ramadhan adalah tentang pengendalian diri dari kerakusan dan pengendalian anggota tubuh kita. 


Dengan cara itu kita akan lebih tenang dan bersyukur.

1. Jangan dengar apa yang tidak perlu didengar
2. Jangan lihat apa yang tidak perlu dilihat
3. Jangan bicara apa yang tidak perlu dibicarakan
4. Jangan cari tahu apa yang tidak perlu kita ketahui

Sibukkanlah diri kita dengan :
1. Mengajari lisan kita untuk tidak bicara yang menyakitkan
2. Mengajari mata kita untuk tidak memandang rendah orang lain
3. Mengajari tangan kita untuk senantiasa senang untuk memberi bukan senang untuk meminta
4. Mengajari kaki kita untuk senantiasa hadir pada perkumpulan yang senantiasa membuka cakrawala berpikir yang lebih baik
5. Mengajari hati kita untuk senantiasa tidak berprasangka buruk pada orang lain

Tetaplah kendalikan diri kita, karena setiap apa yang kan kita rasakan adalah buah dari tanaman yang kita tanam dalam kehidupan sendiri

Semoga bermanfaat

(dari group WA dengan sedikit penyesuaian)