Selasa, 20 April 2021

Allah itu mudah

Sering saya mendapat sebuah daftar amalan yaumiyah atau amalan harian yang harus dijalankan oleh anggota perkumpulan dan anggota organisasi. 


Terdiri dari amal-amal yang harus dijalani atau dilakukan, baik wajib maupun sunnah.

Tapi kadang-kadang susunan yang dibuat itu terlalu banyak sehingga menyiksa orang yang beramal. Mestinya beramal itu asyik bergembira mendekatkan diri kepada Tuhan, justru menjadi pekerjaan yang sangat tidak asik.

Kalau kembali kepada Allah sesungguhnya mudah, ibadah itu ada yang wajib dan ada yang tidak wajib. Yang wajib harus dikerjakan dan yang tidak wajib boleh dikerjakan dan boleh tidak. Bahkan yang wajib itu bisa mendapatkan keringanan atas keadaan-keadaan tertentu.

Kewajiban itu adalah bukti taat kita kepada Tuhan. Harus dikerjakan. Tapi yang wajib  itu sedikit dan tidak berat.

Sedangkan perintah yang tidak wajib itu adalah bukti kecintaan kita kepada Allah. Cukup dimotivasi dilatih agar dikerjakan dengan rasa cinta, bukan dibuat menjadi wajib.

Makanya hal-hal yang seperti itu sebenarnya harus dibuat oleh orang alim dan bukan dibuat oleh abid. Karena orang Alim mengerjakan ketaatan berdasarkan ilmu, sedangkan abid banyak yabg hanya  berdasarkan prasangkanya.









Sabtu, 17 April 2021

Ramadhan Puncak Latihan

Ramadhan sering disebut bulan latihan, namun sebenarnya bukan hanya latihan tapi puncak latihan.


2 bulan sebelum ramadhan tepatnya di bulan Rajab, nabi berdoa, ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab, berkahi kami di bulan sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadan.

Artinya, nabi sudah menyiapkan latihan ini pada bulan Rajab, hingga Ramadhan sesungguhnya adalah puncak dari latihan. Ibarat olahraga, 2 bulan sebelum Ramadan adalah pemanasan.

Kebiasaan tidak bisa dibangun instan, tapi dia membutuhkan proses. Orang membaca Alquran 1 juz misalnya, harus menempuh proses membaca 1 halaman dulu, tidak ujug-ujug langsung 1 juz.

Sebuah target ibadah yang tidak melalui sebuah proses, mengandung resiko gagal. Bahkan bisa jadi seseorang merasa terpaksa tidak nyaman bahkan benci dengan ibadah yang dia lakukan.

Menurut seorang profesor dari Stanford university, pada dasarnya manusia mempunyai kelembaman. Maka untuk mengatasi kelembaman itu, maka dibuatlah sebuah aktivitas yang seakan-akan lembam, yaitu aktivitas yang sangat sedikit.

Mungkin target di bulan Rajab minggu pertama, sehari membaca Alquran satu halaman saja, Minggu kedua 1 lembar dan seterusnya. Maka di bulan romadhon ketika targetnya menjadi 1 juz per hari seseorang menjadi terbiasa dan bahkan menikmati aktivitas yang dia lakukan.

Demikian.

Kamis, 15 April 2021

Nyaman

Seorang kawan bertanya, mengapa ada sebuah organisasi yang menurutnya kurang baik tetapi mendapat anggota yang sangat banyak. Sementara komunitasnya yang menurut dia baik tidak terlalu mendapat sambutan.


Sebenarnya jawabannya sederhana saja, karena orang selalu akan mendekat ke tempat yang dia merasa nyaman. Kalau kita mampu membangun sebuah komunitas yang di situ orang merasa nyaman maka kamu akan mendapat anggota komunitas yang banyak.

Masalahnya di tempatmu orang merasa nyaman atau tidak? Mungkin kamu merasa bahwa program-program yang kamu bangun bagus, namun orang lain merasa tertekan atau tidak nyaman.

Anggapan yang menyatakan bahwa kebaikan itu sulit dan tidak nyaman menurut saya perlu dikoreksi. Itu hanya karena kamu tidak kreatif saja. Ngopi mu kurang kental, mainmu kurang jauh.

Bahkan menurutku, orang lebih layak merasa nyaman dalam ekosistem yang baik.

Atau, sebenarnya kamulah yang menyebabkan orang lari dari kebaikan, karena "kebaikan-kebaikan" yang kamu buat itu terasa menyebalkan bagi orang lain.