Rabu, 25 November 2020

Get, Give dan Kelembaman

Akhir tahun, banyak tagihan pekerjaan.  Beberapa pekerjaan tidak bisa terselesaikan dengan baik dalam waktu yang kita janjikan.

Dalam ilmu Fisika, dalam hukum Newton dikatakan bahwa setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Yes itu benar sekali. Dan semikian juga dengan kondisi kita. Apabila kita mengerjakan sesuatu (give) maka akan berlaku hukum kelembaman.  Berat, sampai ada daya motivasi yang kuat. Misalnya kita sedang membuat aplikasi penggajian, di tengah kita harus mengolah data. Untuk kembali kepada aplikasi penggajian lagi terasa berat. Lembam.

Namun berbeda dengan ketika kita mendapatkan sesuatu, maka perubahan dari satu state ke state lain malah membantu. Misal kita belajar Fisika, begitu kelelahan kita pindah ke pelajaran Sejarah. Maka pikiran kita menjadi fresh kembali. Karena membaca itu kita hanya mengambil pelajaran. Beda dengan jika kita membuat buku, akan berlaku hukum kelembaman karena kita harus "mengerjakan".  

Sabtu, 11 Juli 2020

Lintasan Pikiran

Saya merasa bahwa dalam hidup ini saya sudah cukup banyak mendapatkan pelajaran. Baik dari pengalaman, dari guru, dari buku dan sebagainya.

Dari dulu saya senang belajar, berfikir, mengkaji banyak hal. Ketika saya sudah sampai usia 40 tahun lebih, maka terkumpul dalam bentuk wisdom.

Kadang wisdom itu keluar dalam bentuk lintasan pikiran. Dan sayangnya sering hilang begitu saja karena saya tidak mendokumentasikannya.

Menulis di blog dengan bahasa yang baik dan enak di baca, cukup menguras waktu. Membuat video, juga tidak lebih mudah bagi saya.

Maka akhirnya saya simpulkan bahwa saya akan menulis lintasan-lintasan pikiran itu di blog ini saja.

Ya, daripada blog ini mati karena tak cukup tenaga untuk membuat artikel yang ditulis secara serius.

Harapannya, agar lintasan pikiran tidak hilang dan jika nanti ada kesempatan, bisa dibuat penjelasan panjangnya, walaupun saya yakin akan berlalu begitu saja hehehe. Lewat blog bisa, lewat youtube bisa.

Oh ya di buatin hashtag "lintasan pikiran" aja yah bro...

Selasa, 19 Mei 2020

Sikap Menghadapi Corona

Sudah 2 bulan lebih kita hidup dalam keterbatasan karena korona. Dan selama itu pula kita melihat bagaimana semua orang menghadapi persoalan ini.

Langkah-langkah pemerintah pusat saya nilai tidak cukup cakap dalam mendampingi masyarakat menghadapi corona.  Banyak peraturan yang tidak konsisten, berubah-ubah, pernyataan-pernyataan yang isuk dele sore tempe, seakan tidak mempunyai garis kebijakan yang jelas. Dan akhirnya itu berimbas pada pemerintahan dibawahnya yang sebenarnya terlihat lebih bersungguh-sungguh.

Dengan penanganan yang tidak jelas yang bahkan cenderung mengarah pada herd immunity, membuat bagaimana kisah selanjutnya juga semakin tidak jelas.

Percayalah terhadap diri kita sendiri, itulah setidaknya kesimpulan saya sebagai rakyat kecil dalam menghadapi corona ini. Jangan berharap kepada  orang lain termasuk pemerintah. Lebih baik kita under estimate terhadap kemampuan pemerintah melawan corona daripada kita menyesal di kemudian hari. 

Apabila ternyata corona hilang lebih cepat, maka itu keuntungan kita. Jika tidak, setidaknya kita sudah menyiapkan diri.

Beberapa langkah yang perlu dipersiapkan secara mandiri adalah:

Pertama berusahalah agar tidak menjadi beban orang lain. Berusahalah hidup secara mandiri walaupun penuh dengan keterbatasan.  Lakukan hidup secara survival dengan melakukan penghematan di setiap lini kehidupan. Keluarkan uang hanya untuk hal yang penting-penting saja. Kebanyakan pengeluaran adalah gaya hidup, bukan kebutuhan.

Carilah alternatif-alternatif penghasilan yang bisa kita gunakan untuk bertahan di era pandemic ini. Misalnya berjualan makanan dan minuman secara online, buat aplikasi yang membantu manusia hidup secara online, jasa pengantaran, pertanian, dan sebagainya.

Berusahalah untuk saling membantu dengan prioritas orang-orang paling dekat dengan kita dan yang paling membutuhkan. 

Jangan berharap orang lain peduli pada kita, namun berusahalah untuk peduli dengan orang-orang yang dimulai dengan yang paling dekat dengan kita. 

Dan yang tidak kalah penting, tetaplah menjaga diri dengan menjaga jarak aman dengan orang lain, rajjin mencuci tangan, dan menghindari keramaian.

Mudah-mudahan kita bisa menghadapi pandemi ini dengan selamat.