Kamis, 29 Juli 2021

Tadabbur 1 : Alhamdulillah


Malam Jumat tanggal 23 Juli adalah hari yang saya rasakan sangat istimewa. Di hari itu saya membuka Al Quran dan akan melanjutkan mentadaburinya. Namun yang spesial, ternyata malam itu bacaan saya jatuh pada Surat Kahfi Ayat 1. Membaca Surat Kahfi memang punya keistimewaan dibaca pada hari Jumat.

Setelah membaca beebrapa ayat lalu saya membuka tafsir Al Muyassar, dan memaknai kata Alhamdulillah di awal Ayat 1 itu dengan sangat istimewa: "Segala puji bagi Allah, dengan sifat-sifatnya yang sempurna, dan dengan nikmat-nikmatnya yang nampak dan tersembunyi, baik agama maupun dunia".

Saya langsung mak tratap. Cara menterjemahkan "Alhamdulillah" terasa sangat istimewa. Allah memberikan nikmat ada yang nampak dan lebih banyak lagi yang tersembunyi.

Orang-orang tertentu bisa melihat sebagian nikmat tersembunyi itu apabila berhasil membuka tabirnya. Tabir itu adalah kebodohan dan nafsu.  

Catatan:  Tafsir Al Muyassar dan Product Quran Muyassar beda ya bro, pastikan kalau beli.

Senin, 26 Juli 2021

Inspirasi Cak Edy

Cukup lama tidak ngeblog. Karena memang menulis itu tidak mudah. Perlu energi lebih.

Mulai dengan membuat tema, berfikir tentang alur dalam sebuah tulisan, membuka blog, mengetik, dan setelah jadi beberapa kali membacanya dan sering tulisan itu kita ubah karena tulisan itu tidak asik.

Dan entahkan bagi saya, sering sekali melakukan kesalahan ketika mengetik, baik di keyboard maupun smartphone. Waktu muda tidak seperah ini sih. 

Memang sekarang ini ada fasilitas dari google "speak to text", cukup membantu walaupun tidak semudah itu. Bicara dan menulis itu karakternya beda. Orang bicara tidak secara otomatis langsung bisa untuk di translate ke text.

Pernah mencoba di Youtube. Namun menggunakan Youtube terkendala oleh 2 hal, Pengelolaan gambar itu membuat energi tersendiri, dan memakan ukuran file menjadi sangat besar, padahal gambar saya tidak terlalu penting. Bayangkan untuk sepuluh menit saja, kalau saya menggunakan video besarnya lebih dari 500GB, dan kalau suaranya saja hanya sekitar 7MB, sperbedaannya seperti langit dan bumi.

Tapi it's okey lah mungkin nanti kita nak-nik, mana yang lebih efektif dan efisien. Mungkin sekali-kali saya akan rekaman untuk Youtube, sesekali ngeblog, tapi mungkin yang lebih banyak adalah dengan membuat podcast.

Atau ketika muncul inspirasi kita langsung ke podcast, nanti kalau ada waktu kita terjemahkan ke dalam bentuk tulisan.

Btw untuk podcast, apakah soundcloud itu yang paling bagus?  

Selasa, 27 April 2021

Islam yang Berkemajuan

Kalau kita melihat peradaban masyarakat Islam sejak zaman Nabi Muhammad sampai sekarang, maka kita akan menyaksikan pasang surut perkembangan masyarakat Islam itu.


Kadang berada di puncak, stagnan, atau malah di bawah. 

Di masa awal, nabi berhasil membawa masyarakat yang jahil menjadi masyarakat yang beradab dan unggul, yang kemudian diteruskan oleh generasi penggantinya. Islam menjadi meluas di segala penjuru.

Pun demikian ketika era Umayah maupun Abbasiyah, Islam menunjukkan kelasnya sebagai peradaban yang tinggi, yang menjadi referensi bagi kebudayaan lain. Islam berkembang bersamaan dengan berkembangnya sains dan teknologi pada waktu itu.

Namun sayang setelah Era itu dan setelah dihancurkannya peradaban Islam oleh Mongol menjadikan peradaban Islam mengalami ketertinggalan. Pernah naik lagi di masa Turki Usmani namun peninggalan intelektual di masa itu tidak sebagaimana di era sebelumnya.

Setelah masa imperialisme sampai sekarang peradaban Islam tertinggal jauh dengan peradaban barat. 

Peradaban Islam mengalami stagnanisasi berpikir, baik dalam agama lebih-lebih dalam bidang sains dan teknologi.

Ini tak lepas dari tafsir terhadap ajaran agama yang terlalu klasik, yang tidak ditransformasikan ke dalam era kekinian. 

Dalam ajaran agama sebenarnya jelas, bahwa yang tetap adalah keyakinan dan cara menyembah Allah, sedangkan dalam ilmu pengetahuan dan muamalah Islam meninggalkan rambu-rambu saja, yang dipahami secara baik pada era sahabat, Umayyah dan Abbasiyah.

Dalam hal itu, Islam memandu kita untuk memimpin peradaban, dengan menggunakan Islam sebagai:

1. Spirit atau semangat sebagaimana yang ditunjukkan oleh generasi awal yang mampu meluaskan pengaruhnya ke dalam Bizantium maupun Persia.

2. Filter, dimana umat Islam bisa berkolaborasi dengan budaya lain dengan filter nilai-nilai Islam.

3. Inspirasi, dimana umat harus bisa mentransformasikan ajaran-ajaran Islam itu sebagai inspirasi, dimana disitu ada ketuhanan kemanusiaan keadilan dan kesetaraan.

Demikian mudah-mudahan kita menjadi bagian dalam kemajuan peradaban Islam sebagaimana yang terjadi pada generasi awal.