Jumat, 11 Mei 2007

Selamat Buat Pak Nuh

Mungkin sudah tidak up to date lagi, tapi saya kira belum terlambat untuk mengucapkan selamat kepada beliau. Saya ucapkan selamat kepada beliau karena, pertama saya adalah alumni ITS, dimana beliau adalah alumni ITS juga. Dan kedua, dulu saya adalah pengurus Masjid Manarul 'Ilmi ITS, yang sering berinteraksi dengan beliau. Saya bercerita dari sudut pandang saya, yang kebetulan hanya bertemu dengan sisi kebaikan beliau.

Dulu cukup sering bertemu beliau, karena kebetulan saya adalah pengurus masjid ITS, dan beliau adalah salah seorang yang mempunyai kepedulian terhadap masjid ITS. Biasanya bertemu beliau saat training, atau saat kami undang untuk menjadi pembicara training dan seminar, juga dalam diskusi yang antar dosen yang sering melibatkan mahasiswa.

Dalam pandangan saya, beliau adalah orang yang sederhana dan tidak terlalu muluk-muluk dalam membuat konsep, namun implemented. Sikapnya low profile , sehingga wajar kalau RM Notodiprojo tak mengenal beliau.

Suatu saat saya diminta menemui beliau di Poltek Elka, untuk sebuah proyek sosial yang harus dikerjakan rekan-rekan Masjid ITS. Ada satu yang aneh pada ruang kerjanya. Termos air panas, gula dan kopi. Ternyata beliau suka menyeduh kopi sendiri di ruang kerjanya :D. Baru kali ini saya melihat direktur poltek yang seperti ini.

Kesan lain adalah ketika sama-sama bertemu dalam sebuah forum cak Ma'il (Manarul Ilmi), forum yang selalu diadakan malam Jum'at di serambi utara Masjid Manarul 'Ilmi. Seperti yang ditulis cak Arif (Mantan Ketum JMMI 1999/2000), kami biasa berdiskusi tentang bangsa, kampus, sampai berdiskusi tentang bagaimana menghasilkan kader produktif, yang salah satunya melahirkan PPSDMT (program pengembangan sumber daya mahasiswa terpadu).

Beliau sekarang mendapat amanah sebagai menteri, mudah-mudahan beliau bisa memanfaatkan sebaik-baiknya posisi ini untuk kemaslahatan bangsa. Meski begitu banyak tanggapan positif atas diri beliau, namun beliau bukanlah malaikat yang tak bisa salah. Tugas kita untuk mendukung, mengingatkan, dan mendoakannya.

Selamat buat pak Nuh.

3 komentar:

  1. fenomenanya tidak sedikit orang baik yang kemudian seperti 'terjebak' dengan kultur yang akhirnya tanpa sadar terseret situasi, mudah2an tidak dengan pak nuh *berharap besar
    btw, tautan ente yg nunjukin kangmas RM ndak kenal pak nuh ndak valid tuh.

    BalasHapus
  2. he..he..cak edy masih ingat juga dengan cak ma'il. sudah lama saya merindukan forum seperti itu (informal, lintas sektor, produktif melahirkan gagasan & tindakan)...gimana cak siap dihidupkan cak ma'il nya..kayaknya belum ada yang patenkan tuh nih forum he..he..

    yup..BAROKALLAH untuk pak nuh, semoga menjadi teladan di tengah gersangnya tauladan dikalangan birokrasi/tokoh bangsa ini.

    BalasHapus
  3. hehee.... kemaren ketemu pas pengukuhan pak jaz dan pak sjarief.. diajak foto2.. hehee

    BalasHapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)