Rabu, 21 Januari 2015

Mengatur Jadwal Tayang TV dengan Rekayasa Habit

Apakah TV itu lebih banyak mudharat atau manfaat? Masing-masing orang mempunyai pendapat sendiri-sendiri. Ada yang bilang mudharat ada yang bilang manfaat. Dan penyikapannyapun ada dua macam. Ada yang sama sekali "mengharamkan" TV di rumah dan ada yang memperbolehkan.  Yang membolehkan sebenarnya juga ingin bisa memblokir konten-konten yang tidak mendidik dan jam tayang, tapi biasanya tidak kuasa :)

Memang kalau kita mau jujur, acara di TV itu ada yang kurang baik, namun ada juga yang baik. Laptop Si Unyil, Si Bolang, Jejak Petualang, On The Spot saya golongkan acara yang menarik untuk anak. Sedangkan kalau saya menyukai ILC, Kick Andy,  dan kadang Bioskop TransTV hehehe...  Acara seperti Fesbuker, berbagai sinetron biasanya tidak mendidik. Namun sayangnya TV kita kebanyakan sinetron dan acara hahahihi yang mending kalau lucu, ini tidak.

Rata-rata yang paling khawatir adalah yang punya anak-anak di rumah, takut dengan acara-acara tak mendidik yang mendidik anak-anak kita. Karena acara TV itu hanya menuruti apa kata stasiun TV. Wewenang kita terbatas sekedar bisa menghidupkan dan mematikan itu saja.

Namun urusan menghidupkan dan mematikan ini menjadi rumit manakala berhadapan dengan anak-anak. Setiap hari anda akan berdebat dengan anak ketika akan mematikan TV. Ini adalah situasi yang sangat tidak asik, terutama bagi saya.

Apalagi, TV seakan mengejek orang tua, dengan menayangkan acara-acara menarik saat jam-jam "haram" nonton. Pukul 6.30 sd 7.00 adalah persiapan anak berangkat sekolah, eh malah memutar karton.

Saat anak-anak harus bersiap sholat magrib, mengaji dan belajar antara pukul 17.30 sd 19.30 eh TV malah berlomba nenyuguhkan acara menarik. Ya kalau disuruh memilih antara mengaji apa lihat TV, ya anak lebih memilih TV dong :).

Kadang saya juga berfikir kok di TV ini gak dilengkapi dengan perangkat untuk melakukan sensor ya, misalnya bisa ngeblok channel tertentu, atau bisa ngeblok jadwal tayang. Apa mungkin sekarang sudah ada tapi saya yang ketinggalan jaman? Kalau ada piranti itu, tentu orang tua akan lebih terbantu.

Rekayasa habit

Biasanya bagi yang masih menyediakan TV di rumah, orang tua hanya bisa menasehati, atau lebih seringnya memarahi anak yang nonton TV pada jadwal terlarang. Namun sekedar nasehat adalah cara paling tidak efisien. Sangat jarang berhasil, karena anda melarang namun disitu ada TV yang siyap dinyalakan.

Lama saya mencari cara, bagaimana TV bisa mati sendiri pada jam-jam yang tidak kita kehendaki. Tiba-tiba mendapat inspirasi. Ya, cari timer yang bisa menghidupkan dan mematikan TV sendiri pada jadwal yang telah kita tentukan.  Ternyata saya menemukan device itu, ada yang menjual. Perangkat timer digital yang bisa menyambung dan memutus arus listik 8 kali sehari pada waktu-waktu yang kita kehendaki. Pemakaiannya juga mudah tinggal ditancepin ke stop kontak, tanpa melakukan utak-utik TV.

Alat ini lantas saya hubungkan dengan booster TV. Dan saya melakukan setting pada alat ini dengan mematikan arus setiap jam 5.30 s/d 7.00 dan 17.30 s/d 19.30. Jika masuk jam blokir, maka listrik ke booster TV akan terputus sehingga yang muncul adalah gambar semut hihihihi.... Sebenarnya bisa juga disambungkan ke colokan TV, sehingga jika tiba waktu blokir, TV akan langsung mati, namun saya lebih memilih cara mematikan booster saja biar lebih halus rasanya hehehe..

Karena yang mematikan adalah sebuah perangkat, maka mereka bisa menerima. Berbeda dengan ketika mereka enak-enak nonton TV lalu anda tiba-tiba datang dan mencabut listriknya. Itu membuat situasi kita dengan anak-anak jadi tidak baik.

Pengaturan seperti ini sudah seminggu berjalan, dan sekarang sudah jadi kebiasaan mereka bahwa menyalakan TV pada jam-jam tersebut sia-sia. Mereka fokus dengan aktifitas tanpa disibukkan oleh gangguan TV.

Ini Alatnya


Alat ini namanya Timer Digital, berupa stop kontak yang dilengkapi timer. Kita bisa mengatur waktu kapan stop kontak ini bisa mengalirkan listrik dan kapan mematikannya. Yang saya gunakan ini merek Save Easy, yang bisa melakukan tugas on off 8 kali sehari. Kita juga bisa melakukan pengaturan harinya, misalnya hanya berlaku antara senin sampai jumat saja atau senin sampai sabtu, bisa di setting disitu.

Alat juga dilengkapi dengan baterai sehingga ketika listrik mati, maka jam dan setting tidak hilang.

Jika anda mempunyai problem yang sama dengan saya dan sulit mendapatkan alat ini, anda bisa memesannya kepada saya dengan harga Rp. 100.000,- Anda bisa menghubungi saya  dengan SMS / Whatsapp di 0821 4241 8000 .

4 komentar:

  1. ini timer biasanya untuk aquascape mas, pengen juga untuk aquascape saya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau orang teknik bisa dimainkan menjadi berbagai keperluan. Nih di rumah masih ada satu kalau butuh :D

      Hapus
  2. sejak ada mas Gagah, makin jarang nonton tv, buka hp juga jadi jarang. beberapa rutinitas pagi juga mesti menyesuaikan...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada "mainan baru", mainan yang begitu-begitu memang jadi gak menarik lagi bro hehehe....

      Hapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)