Senin, 26 April 2010

Belajar Berdagang Pada Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen

Photo1280.jpg

Saya tak tahu persis apa perbedaan antara kecap Madiun dan bukan, kecuali dari labelnya. Namun kecap Madiun yang di produksi di Surabaya ini layak untuk di cermati.

Dari kata-kata dan kalimat yang digunakan jelas terlihat bahwa perusahaan ini sudah berdiri sejak lama. Tak sulit mengenali perusahaan lama yaitu dengan melihat kata yang dipakai atau kalimat yang digunakan. Kata seperti terbikin, bikinan, kwalitet, aseli, serta kata promosi jadul "sudah terkenal di mana-mana" adalah khas perusahaan tua.

Namun yang lebih menarik adalah pernyataan yang tertulis pada label kemas hasil photocopy itu, "Kita Tanggung Kalau Tidak Enak Boleh Kirim Kembali". Produk yang sangat percaya diri.

Photo1279.jpg

Banyak produk kecap pabrikan yang promosinya di mana-mana, menghadirkan artis dengan wisata kulinernya, namun mengapa produk ini masih eksis ? Mungkin keberaniannya untuk memberikan jaminan atas "kualitet" produk mereka.

Jadi teringat produk HP Qwerty yang pernah saya beli, pasang promosi harga murah yang bisa ini bisa itu. Dicoba dulu nggak boleh, habis dibeli ternyata keypadnya keras, internetnya lelet bukan bualan, opera-mininya jadul. Nggak salah, hanya sangat dibawah bayangan pembeli. Karena itu perusahaan seperti ini tak akan lama bertahan. Konsumennya merasa tertipu.

Kecap Madiun cap Jeruk Pecel Asli ini, selain memberikan rasa juga pelajaran berharga.

11 komentar:

  1. ini kecap luar biasa, mas. Dahulu di tahun2 70an, waktu di jalan kutai masih ada sate ayam, kecap ini bisa bikin tuh warung sate ayam ndak jualan. penjualnya bilang, ndak pede kalo ndak ada kecap merek ini.
    dan memang kecap ini manisnya beda dg produk2 lain.... ada kecap lain yang rasanya juga khas, kecap tawon, biasanya kalo lebaran, laris manis di bawa ke jakarta sebagai oleh2

    BalasHapus
  2. @marmotji : Wah, bagaimana pak Marmotji bisa tersesat di blog saya ini ? Salam kecap pak.

    BalasHapus
  3. memang kecap tsb lumayan terkenal di surabaya. Jadi inget waktu sekolah dan kuliah dulu aku juga membantu jualan kecap tsb

    BalasHapus
  4. @aruisnb Weh pernah jualan kecap segala toh ?

    BalasHapus
  5. Wah keren... money back guarantee pada produk kecap. Money back guarantee = mengurangi risiko pada pembelinya, customer oriented banget dan membuat orang lain (pembeli) win terlebih dahulu baru perusahaannya win. :D

    *mau dong alamat pabriknya, siapa tahu kl kesana bisa mampir... atau mau kirim oleh-oleh ke sini.*

    BalasHapus
  6. Wah keren... money back guarantee pada produk kecap. Money back guarantee = mengurangi risiko pada pembelinya, customer oriented banget dan membuat orang lain (pembeli) win terlebih dahulu baru perusahaannya win. :D

    *mau dong alamat pabriknya, siapa tahu kl kesana bisa mampir... atau kalau ada yg mau kirim oleh-oleh ke sini, silahken :)*

    BalasHapus
  7. eh maaf... komentarnya jadi double .

    BalasHapus
  8. @DPBS : Sayang kemarin nggak sempat mencatat alamatnya mas. Cuma, kalau ingin beli di Surabaya banyak kok :D

    BalasHapus
  9. Hariz Mocarizo19 Okt 2010 07.32.00

    Kecap ini menemani saya dari kecil sampai saya sudah pindah ke Tangerang pun saya masih pakai kecap ini untuk makan sehari-hari. Saya pun sekarang mencoba menjual produk ini untuk wilayah Jabodetabek. Aroma jeruk pecelnya sangat khas sekali dan rasanya maknyuuus sekali.

    BalasHapus
  10. katanya, ini dulu asli merk dari kota "Madiun", kemudian pabriknya pindah ke "Surabaya"... hanya saja masih mempertahankan nama "Madiun"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu ya pak :). Tulisan yang sudah cukup lama, tapi hikmahnya masih terasa baru. Aseli :D

      Hapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)