Rabu, 14 Maret 2007

Korban Perasaan

Dalam sebuah perbincangan, yang membahas mengenai hidup berorganiasi, ada ungkapan menarik dari seorang rekan diskusi. Katanya, dalam hidup berorganisasi itu yang penting harus siap korban perasaan. Mendengar penuturannya kita semua ketawa.

Hidup berorganisasi berbeda dengan hidup sendiri. Jika hidup sendiri maka seseorang bisa melakukan apapun untuk memenuhi seleranya, mengerjakan sesuatu sebagaimana pendapatnya, bebas melakukan sesuatu yang ia suka dan meninggalkan sesuatu yang tidak dia suka.

Hidup dalam organisasi itu, membutuhkan ruang yang lapang didadanya untuk berbeda dengan orang lain, atau bahkan seseorang harus menjalani sesuatu yang tidak disukainya.

Ah, kita jangan jauh-jauh ngomong soal organisasi, dalam lingkup kecil keluarga saja, maka jika masing-masing orang tidak mau berkorban perasaan, maka dipastikan bubarlah keluarga itu.

Ah, hanya sebuah ungkapan kecil, tapi kalau direnungkan ternyata dalam juga artinya ya.

4 komentar:

  1. Awas nulis posting dengan judul korban perasaan pas tanggal 13 lho :p

    BalasHapus
  2. Yah, gmana nggak korban perasaan, keinginan orang kan memang beda-beda. Kadang kita udah capek-capek, eh taunya nggak dianggap sama sekali :)

    BalasHapus
  3. dalam...sampe tenggelem

    BalasHapus
  4. hihihihi, no coment yaaa....

    BalasHapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)