Sabtu, 03 Desember 2005

Bilang Ndakik-Ndakik Ternyata Ngewes : Pengalaman Buruk Seorang Penikmat Buku.

Kalau anda programmer, bolehlah anda berkata, "Hari Gini Beli buku pemrograman berbahasa Indonesia ? Baca manual, dokumentasi, forum napa sih ?". Itu bagi sampeyan yang mempunyai banyak waktu di depan komputer, anda sebagai scientifis, peneliti, mahasiswa teknik komputer, bujangan yang belum punya anak istri. Tapi bagi saya lain, saya adalah orang teknis yang mempunyai deathline. Kalau coba sana coba sini bisa nggak selesai pekerjaan. Apalagi kalau dokumentasinya tidak jelas dan tidak lengkap, ditambah kemampuan berbahasa Inggris yang seadanya.

Membeli buku berbahasa Indonesia terutama pada topik-topik yang membuat saya mengernyitkan dahi, mempercepat saya memahami persoalan, baru biasanya untuk pengembangannya saya akan mendownload manual, dan mengunjungi forum.

Tapi sering saya merasa tertipu ketika membeli buku. Disampulnya ditulis hal yang bagus - bagus, seakan dengannya selesai semua persoalan, tapi nyatanya jauh panggang dari api.

Korbannya antara lain saya. Karena saya adalah orang yang tidak tahan dengan rayuan. Jika ada buku pemrograman baru yang tertulis di sampul belakangnya menarik, mata saya mesti hijau. Seperti kucing melihat dendeng.

Penjual buku memang tidak adil. Buku yang ada semuanya disampul plastik, hingga kita tidak bisa melihat kualitas isinya. Kita hanya dipameri sedikit deskripsi yang ada di sampul belakang. Dengan berbekal itulah lantas dengan setengah untung-untungan kita membeli. Hasilnya, jika kita mujur, kita akan mendapatkan informasi bagus. Sedangkan kalau tidak, memang nasib kita sedang tidak beruntung.

Memang, ada sebagian toko buku yang menyediakan contoh buku untuk dilihat isinya, seperti di Gramedia. Namun yang lebih banyak, buku masih tersampul tanpa kita tahu bagaimana isi sebenarnya.

Kemarin hari, saya tertarik dengan sebuah buku web programming. Katanya buku ini bisa mengajari kita membangun aplikasi database berbasis web dengan super instant, yang meliputi user management, integrasi modul, multi aplikasi. Gila betul. Dan seperti biasa saya berkunjung ke Gramedia untuk melihat-lihat barangkali ada contoh yang plastiknya telah dibuka. Alhamdulillah ada, meskipun kelihatannya dibuka paksa oleh orang-orang sebelum saya. Harganya 48 Ribu. Prosentase yang cukup besar dari jatah bulanan saya. Saya buka-buka. Ternyata, hanyalah tutorial penggunaan framework dynamick yang frameworknya bisa di download dari http://dynamick.it/syntax-desktop/. Mengapa nggak bilang tutorial dynamick. Mengapa bilang membangun web tanpa pemrograman. Memang tidak salah, tapi saya tidak menyangka kalau itu hanyalah tutorial framework dynamick.

Akhirnya saya hafalkan URL nya dan saya download saja frameworknya setibanya dikantor. Mungkin inilah yang menyebabkan semua buku disampul plastik. Jika semua orang seperti kelakuan saya, memang bangkrut dunia perbukuan.

Saya jadi ingat dengan materi Advertorial kemarin. Ya, memang terkadang agar dagangn laku, orang dituntut untuk kreatif membuat jargon-jargon yang hyperbolik. Meskipun barangkali tidak salah, advertorial membuat kesan sangat lebih terhadap keadaan yang sebenarnya. Dan kayaknya hanya menyebut bakul jamu sebagai orang yang ngewes ternyata tidak adil, karena faktanya tukang apapun semuanya ngewes :).