Rabu, 06 April 2005

Pengaruh Kebiasaan

Kebiasaan dasar manusia adalah meniru yang sudah ada, dan mempertahankan sesuatu yang sudah ada. Oleh karena itu dalam segi apapun, orang yang mengikuti ide-ide baru itu mesti lebih sedikit daripada orang yang mengikuti ide-ide yang telah mapan.


Saya baru tersadar akan hal ini, ketika sehabis makan, terlihat piring kotor yang tertumpuk di dapur. Saya lantas ikut-ikutan menambah tumpukan. Namun suatu saat ketika tidak ada piring yang kotor, maka saya lekas mencuci piring yang baru saja saya gunakan untuk makan.


Atau, perhatikan ruang tamu kita. Ruang kita kelihatan rapi, barang-barang tertata dengan teratur, maka saya yakin anda akan menaruh barang-barang pada tempatnya. Tapi suatu hari, ketika kita mendapati ruang tamu kita berantakan, maka kita akan semakin membuatnya amburadul karena kita akan menaruh barang dengan sekehendak kita juga.


Segala sesuatu akan menjadi baik jika kebiasaan disekeliling kita baik. Karenanya, kita tidak akan pernah berhasil membangun sebuah keadaan yang lebih baik jika kita tidak membangun kebiasaan yang lebih baik. Dalam sebuah pembinaan keluarga maka membangun kebiasaan dikalangan orang tua, akan menyebabkan anak akan mencontoh kebiasaan itu.


Dalam beberapa lingkungan yang lebih kompleks, seperti sekolah, dan perusahaan, maka mebangun kebiasaan ini dilakukan dengan membuat peraturan-peraturan tertulis yang jelas. Karena, jika tidak, maka semuanya akan berjalan dalam kebiasaan dan persepsi masing-masing individu. Dan sampai kapanpun persoalannya tidak akan pernah selesai.


Maka sebenarnya bagaimana anda membangun kebiasaan, maka itulah yang akan tertanam dalam lingkungan kita tinggal.


Salam,


achedy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)