Selasa, 25 Januari 2005

Nikmati Saja

Sering saya ditawari orang tentang pekerjaan. Beberapa menawarkan pekerjaan di Jakarta dengan gaji yang lebih besar. Juga, yang tak henti-hentinya menawarkan pekerjaan bagi saya, mungkin juga bagi anda adalah para anggota MLM.


Jenis yang kedua ini, sangat rajin, bahkan dengan kata-kata yang sangat Hyperbolik seringkali mengatakan, bahwa dalam sebulan dan dengan kerja sambilan saja, kita bisa mendapatkan gaji sampai lima juta. Dan pada kondisi tertentu(daemon), kita tinggal ongkang-ongkang kaki dan dapat gaji jutaan.


Dalam hidup ini ternyata kalkulasi itu tidak matematis. Artinya, tidak semua orang bisa kita iming-imingi dengan sesuatu, semisal jabatan, pangkat, uang, kecantikan. Kita menyadari, memang uang sangat diperlukan dalam hidup. Kemarin saja, saat anak saya lahir dan kontrakan saya habis. Saya berlari kesana-kemari untuk cari hutangan, dan kalau malam harus lembur untuk mencukupi kebutuhan itu. Uang tentu sangat penting. Kedudukan, barangkali penting juga, karena dengan kedudukan memungkinkan apa yang kita lakukan akan selalu diperhatikan orang lain. Kita punya power untuk berbuat sesuatu. Aka tetapi semuanya menjadi pilihan yang ke sekian kalinya pada kondisi-kondisi tertentu. Adalah ketika kita tidak menikmati, adalah ketika kita tidak merasakan kenyamanan.


Saya lebih nyenyak tidur di rumah sendiri meski jelek, daripada di rumah orang lain meskipun bagus. Tidur di rumah sendiri lebih mnenteramkan hati. Menjadi seorang programmer bagi saya mungkin lebih menyenangkan daripada diminta untuk menjadi anggota MLM maupun salesman. Tapi mungkin tidak demikian bagi anda. Barangkali anda lebih suka untuk bekerja sebagai MLMer atau sebagai salesman.


Karenanya orang lantas tidak boleh saling mengejek. Para pekerja mengejek para MLMer sebagai orang yang terlalu tinggi angan-angan. Dan MLMer mengejek orang yang bekerja sebagai orang yang diperkosa waktu dan pekerjaan.


Saya fikir segala sesuatu itu, kerjakan saja asalkan baik dan membuat anda bisa menikmati. Saya menduga bahwa Allah memang telah mengilhamkan kepada setiap jiwa untuk mempunyai kecenderungan. Orang mungkin lebih cenderung akrab dengan kata hoby ataupun bakat. Dengan hal itu, maka dunia ini akan lebih beragam, ada ruang untuk saling memenuhi.


Yang paling penting dalam interaksi, pekerjaan dan apapun, pilihlah sesuatu yang engkau nyaman di dalamnya. Karena hanya dengan itu kita bisa berkembang dan berbuah.


Salam Hangat,


achedy

1 komentar:

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)