Rabu, 18 Juli 2007

Obrolan Tentang Identitas di Internet

Kemarin diberitakan bahwa dua Media Besar, Republika dan Media Indonesia, kecolongan. Seseorang yang mengaku Din Syamsudin mengirim artikel kepada dua koran besar itu. Keduanya percaya saja, karena email yang dipakai adalah din_syamsuddin@yahoo.com, dan tanpa cros check keduanya memuat tulisan orang yang ternyata bukan Pak Din Syamsuddin, karena ternyata email Pak Din Syamsuddin adalah dinsyamsuddin@gmail.com. Memang tidak sulit untuk membuat username pada layanan bebas di internet. Tidak sampai lima menit, sebuah email bisa kita daftarkan dengan username apa saja asal belum dipakai.

Kasus ini bukanlah hal yang pertama, beberapa kali masyarakat ditipu dengan username yang mengatasnamakan seseorang. Katakanlah kasus ustadz Ahmad Syarwat di Wordpress, kasus istri kedua AAgym, mbak Rini yang tiba-tiba mempunyai username di Friendster, juga presiden SBY di frienster dan sebagainya.

Saya sendiri punya pengalaman tidak enak dengan username di jagad maya ini. Seseorang dengan nama Edi S, yang mulanya bersahabat internet dengan saya, tiba-tiba menggunakan username saya (achedy) pada beberapa email dan website dia. Bahkan username achedy dia pergunakan saat mendaftar ke pengelola domain id. Saya tidak tahu apakah ada motivasi lain atau karena dia mengidolakan saya, ... gedubrak. Untung sekarang dia tidak aktif di internet lagi.

Saya jadi ingat kata-kata Steven Haryanto, usability selalu berbanding terbalik dengan security. Hal yang dibuat mudah tentu lebih gampang dimanipulasi atau disalahgunakan. Kalau semua orang taat pada "Terms of Service" saya kita tidak jadi masalah, namun di dunia ini, tidak sedikit orang yang suka usil. Dalam sudut pandang ini, sebenarnya tidak terlalu salah jika pemerintah mengeluarkan kebijakan pendataan nomor HP, meskipun dengan sistem yang berlaku sekarang orang yang berniat berbuat usil, bisa saja mengisikan data palsu. Juga kebijakan pengelola domain Indonesia yang harus menyertakan persyaratan ini dan itu.

Dengan adanya kejadian ini mungkin banyak orang akan lebih berhati-hati terhadap email yang diterimanya, meskipun tak harus paranoid, karena mayoritas masyarakat di internet masih jujur.

Pada hal-hal yang bersifat krusial, ada baiknya melakukan konfirmasi ulang ke pengirim email lewat media yang kita yakin bahwa beliau memang benar-benar mengirim email.

Dan buat pak Dien, ada baiknya sebagai publik figur beliau menggunakan email organisasi, misalnya dinsyamsuddin@muhammadiyah.or.id atau dinsyamsuddin@mui.or.id. Jika pengelola situs muhammadiyah kerepotan mengelola email, toh google mengediakan fasilitas google hosted.

5 komentar:

  1. Salam kenal Mas,
    beberapa kali pernah mampir ke sini,
    tetapi baru kali ini sempat nulis di komentar.

    hal seperti itu 'kan sudah sering terjadi,
    makanya keamanan sangat perlu.
    kalau tidak salah pernah juga di bahas juga sama
    Mas Harry Sufehmi.
    internat 'kan dunia yang sangat bebas.
    thanks before.
    salam
    wadiyo-sidoarjo

    BalasHapus
  2. #1. Salam kenal kembali mas Wadiyo. Terimakasih atas kunjungan di blog seadanya ini. BTW mas harry nulis dimana ya ?

    BalasHapus
  3. salam kenal.
    kalau begitu mungkin benarnya kata om ROY (Hi Roy!â„¢), jangan pakai yang gratisanâ„¢, karena keakuratannya tidak bisa dipercaya. hehe....:D

    BalasHapus
  4. assalammualaikum

    waduh selama ini pengalaman saya malah banyak yang ga jujur di internet. menurut pengalaman saya (karena saya pernah menyamar menjadi seseorang untuk masuk ke komunitas tertentu) dunia maya tidak aman. misal kalau chat atau kirim email dengan seseorang maka untuk memastikan bahwa dia itu nyata alias aseli adalah bertemu face to face. kita masih ingat kan kasus situs palsu bank BCA?

    wassalam

    BalasHapus
  5. "Hal yang dibuat mudah tentu lebih gampang dimanipulasi atau disalahgunakan."

    jadi ingat film Die hard 4 (bajakan) yg baru kemarin di tonnton...

    Amerika dengan segala kecanggihan teknologinya (yg serba komputerisasi), ternyata justru jadi senjata makan tuan, karena bisa dengan mudah dilumpuhkan kalau ada yg berhasil menguasai sistem komputernya...

    BalasHapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)