Selasa, 20 Februari 2007

Kerjakan Dengan Gembira

Kemarin malam, dalam pengajian rutin, muncullah orang yang cukup saya kagumi mengisi acara itu.saya melihat beliau sebagai orang yang sangat sibuk. Siang hari sampai sore bekerja sebagai pegawai, setiap malam mengisi pengajian, saban hari antar-jemput istri kuliah, juga mengantar anak ke sekolah. Disela sela kesibukan itu, beliau masih tercatat sebagai kepala bidang yang paling sibuk pada sebuah organisasi dakwah, juga memiliki usaha yang cukup mapan yang beliau duduk sebagai direktur. Di sela itu, masih bisa mengkhatamkan satu juz sehari, dan melaksanakan amal harian seperti berjamaah di masjid, sholat malam, baca doa pagi sore dsb.

Yang saya herankan, bagaimana beliau bisa mengatur waktu, dan yang lebih penting jika saya ketemu, beliau tidak terlihat lelah dan stress. Wajahnya selalu dalam keadaan enak dipandang. Beda dengan kondisi saya, yang selepas dari kantor, merasa cukup lelah untuk melakukan aktifitas-aktrifitas lain.

Itulah yang selama ini menjadi salah satu faktor mengapa saya malu untuk tidak datang ke pengajian atau acara - acara lain. Saya ini bekerja hanya satu hari, dengan anak yang hanya satu, kok kelihatannya sudah tidak punya waktu, bahkan membaca setengah juz sehari saja sering keteteran, dengan alasan waktu. Kalau saya fikir saya ini memang cukup memalukan.

Kemarin malam saya memberanikan diri untuk menanyakan hal ini kepada beliau, ada apa dibalik kondisi beliau yang sangat fit ?

Kata beliau, "Sebenarnya yang membuat saya tidak merasa lelah adalah karena saya senang bertemu dengan kamu semua. Jika kita mengerjakan segala sesuatu dengan senang, maka tidak menyebabkan kita capek. Saya juga menyempatkan berolahraga di sela-sela waktu".

Mengerjakan segalanya dengan senang, saya kira itulah rumusnya. Kelelahan itu banyak terjadi karena kita tidak menyukai pekerjaan, bukan karena pekerjaannya memang benar-benar berat. Dan jawaban sederhana itu telah memberikan inspirasi besar dalam rumus kehidupan saya. Memang masih banyak hal yang harus saya pelajari untuk menjadi khairu ummah itu.

1 komentar:

  1. Ilmu. Ikhlash. Senang. Berkah. Amal.
    Mau dong...!

    BalasHapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)