Kamis, 26 Agustus 2004

A Agym di Cerca

Kalau kita membaca beberapa surat kabar hari-hari ini, atau jika kita menyempatkan melihat infotainment "kok sempat-sempatnya :)", kita akan melihat satu lagi fenomena, orang yang ingin berbuat baik malah dicaci maki, disalahkan, disudutkan, dicemooh. Sedangkan orang yang berbuat rusak malah dianggap sebagai orang yang kreatif, membangkitkan perfilman Indonesia, juga orang yang selaras dengan negara Pancasila.


Simaklah berikut ini, ketika sebuah infotainment mewawancarai anak-anak SMA, gadis-gadis itu mengatakan, "Ah, kan memang hal seperti itu sudah biasa ?". Atau ketika Mas Guruh ditanya pendapatnya,"Bangsa ini dibangun oleh pendahulu kita dengan dasar Pancasila dan bukannya berdasarkan Agama". Atau kemarin sutradara film datang lantas dengan cukup emosional mengatakan,"Saya adalah pengagum Aa, bahkan saya pernah mencium tangan Aa di tempat tinggal Aa; saya juga punya banyak kaset koleksi Aa, tapi kenapa Aa menjadikan isu BCG sebagai isu nasional? Apakah Aa tidak tahu, bahwa yang Aa lakukan tu, bisa mematikan 3000 orang yang menggantungkan nafkah dari film". Atau di Surabaya Post kemarin, Sujiwo Tedjo berpendapat, kok sempat-sempatnya mengurus yang gini-gini, kok nggak mengurusi mereka-mereka yang korupsi. Kayaknya ini orang nggak banyak tahu kalau masalah korupsi sudah banyak diteriakin sama orang PKS :). Atau ...atau.... atau .....


Sebagai anak bangsa yang bukan budayawan, bukan seniman, bukan pakar, bukan agamawan, saya merasa bersedih melihat Aagym dicerca sendirian. Hampir tidak ada yang angkat bicara membantunya. Dan kalaulah ada, hanyalah tulisan dari saya, orang yang tidak punya otoritas sama sekali.


Saya tidak ingin menyalahkan orang lain, mungkin banyak orang mempunyai agenda lain yang lebih penting sehingga tidak sempat membantu Aa; atau barangkali saja, kamu yang punya kesempatan hanyalah orang kecil yang sekencang apapun teriakanmu tak akan terdengar karena riuh rendah sound system dengan daya ribuan watt.


Kita ini orang kecil yang hanya Gusti Allah saja "bolo" kita, yang hanya bisa memelas pada Gusti Alloh,"Duh Gusti Alloh tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berilah kemampuan pada hamba untuk membelanya, dan tunjukkan bahwa yang salah itu salah dan berilah hamba kemampuan untuk melawannya".


"Aa, berjuanglah terus.... Jangan pantang menyerah walaupun engkau mungkin sendirian. Percayalah bahwa jutaan nurani berkata kepadamu, berjuanglah terus Aa, andaikan orang banyak mencercamu tapi milik siapa kemuliaan ? andaikan semua orang berfikir untuk diam, maka siapakah yang akan menyelamatkan generasi muda kita ? orang-orang yang akan memegang negara ini sepuluh duapuluh tahun yang akan datang".

achedy@yahoo.com

4 komentar:

  1. saya sependapat sama akh edy, teruslah berjuang Aa..semoga kita senantiasa berada dalam satu shaf ....shaf kebenaran...Allahu akbar

    BalasHapus
  2. BCG = Perusak moral = Jalan Menuju neraka

    BalasHapus
  3. BCG=Jika kita lihat adegan yg katanya ga pake nafsu namun akting belaka itu omong kosong (munafik),maka sy Acungkan Jempol dari Banten thd aa gym jgn mundur untuk mengatakan : sampaikanlah satu kata yg benar walaupun itu sakit. jangan seenak udelnya merasa mencari penghidupan di film lantas menggadaikan akidah,norma agama khususnya umat islam sadar dong pa.. hasil uang bapa,nyonya itu didapat untuk anak istri,apa ga haram tuh..!

    BalasHapus
  4. moch nurdin s.kom8 Agt 2008 20.30.00

    Achedy, perkenalkan saya juga dari surabaya,

    BalasHapus

Artikel mungkin sudah tidak up to date, karena perkembangan jaman. Lihat tanggal posting sebelum berkomentar. Komentar pada artikel yg usianya diatas satu tahun tidak kami tanggapi lagi. Terimakasih :)